Seperti hendak terbang, sepeda kumbang kukayuh sekuat tenaga. Beberapa lubang dijalan luput kuhindari gara-gara mata yang sudah tidak awas lagi. Malam mulai turun, gerimis mulai datang membuat muka sedikit basah oleh air hujan.
Tapi apa lacur, hujan turun juga walaupun saya sudah berusaha sekuat tenaga menghindarinya.
Sepeda saya parkir *fuiih* dibawah pohon samping rumah kental. Sebentar saya memandangi pintu rumah besar itu, ada keraguan menggelayut..
Saya merasa tidak pantas bertamu ke rumah kental dalam keadaan basah kuyup begini.
Tapi..akh.. demi menguak teka teki kertas bertulis “stop dreaming start action” ini saya harus menghilangkan rasa sungkan ini..
Belum sempat saya melangkah, pintu rumah itu terbuka. Dari dalamnya keluar pemuda perlente tertawa2 meneriaki saya, “jun..masuk! Awas pohon itu angker, nanti kau kesurupan lagi lho..!”
Saya tersenyum kecut, rupanya dia masih ingat kejadian lama itu..
“Nih.. kau ganti baju dikamar, ini baju belum pernah kupakai sejak beli, pakai saja kalau mau, ntar nggak usah dibalikin..”
Asyik..pekik saya dalam hati, belum apa-apa sudah dapat keberuntungan nih.,
Mana mereknya nevada lagi, kata kental baju ini cuma ada di mall, bukan di pasar seperti yg biasa emak belikan..
[Bersambung]